Selasa, 19 Maret 2013

Just a Little Introduction


Kebahagiaan paling besar adalah mengubah rasa itu menjadi karya

Kalimat ini saya dengar dari salah seorang pembicara yang saya ikuti seminarnya. Bagi seorang seniman, menghasilkan suatu karya dapat memberikan suatu perasaan yang tak ternilai harganya. Suatu karya adalah ekspresi yang dirasakan oleh si pembuat karya dan ingin diperlihatkan kepada orang lain. Saya sangat menyadari perasaan ini karena saya adalah salah seorang seniman juga.

Ketika mendengar kalimat ini, saya langsung teringat pada kejadian sekitar 2 tahun yang lalu. Pada masa-masa inilah saya mulai mengenal sebagian kecil dari dunia. Sebelumnya, saya adalah seseorang yang sangat tertutup, pendiam, dan puas hanya dengan dunia saya sendiri yang begitu kecil. Dunia yang hanya terdiri oleh saya seorang. Pada masa transisi inilah saya mulai belajar banyak hal, merasakan apa yang belum pernah saya rasakan, dan belajar untuk melihat dari sudut pandang lain. Pada masa itu juga, saya sedang semangat-semangatnya belajar seni, khususnya menggambar manga. Ketika itu, menggambar manga adalah salah satu hal yang populer bagi anak seusia saya. Karena saya juga senang membaca komik dan tertarik dengan kebudayaan Jepang, maka saya pun belajar.

Saat itu, gambar saya jelek sekali. Ketika sekarang saya melihat gambar saya yang dulu saya ingin tertawa. Gambar saya begitu kaku dan jauh berbeda dengan apa yang saya lihat di komik-komik yang saya baca. Akan tetapi, di balik coretan-coretan itu, saya melihat semangat, kerja keras, pantang menyerah, dan kemauan untuk terus berusaha. Dari hal-hal inilah saya merasa kagum dan bangga terhadap diri saya saat itu. Saat itulah saya merasa inilah diri saya yang sebenarnya.

Pada masa itu pula saya mulai mengenal arti kata “mengasihi”. Dari dunia sebelumnya yang hanya ada saya seorang, saya mulai mengenal pribadi-pribadi lain yang berbeda. Bisa dibilang, merekalah cahaya yang menuntun saya untuk keluar dari kepompong yang nyaman dan berjuang menjadi kupu-kupu yang cantik. Tanpa saya sadari, dunia saya mulai berputar di sekeliling mereka. Demi orang-orang yang saya kasihi, saya merasa mampu melakukan apa saja. Dengan motivasi untuk menyenangkan mereka, saya mulai berjuang. Saya mulai giat berlatih dan mengasah kemampuan menggambar saya hingga akhirnya saya dapat menghasilkan suatu karya yang dapat saya banggakan dan ingin saya tunjukkan kepada mereka.

Saya sendiri adalah tipe orang yang plegmatis dan melankolis. Sehingga dalam beberapa waktu, saya akan sangat dikontrol oleh perasaan saya. Ketika menggambar, saya akan menuangkan semua perasaan saya ke dalam gambar tersebut. Jika gambar itu hasilnya bagus, maka saya pasti telah mencurahkan semua perasaan saya kedalamnya. Sesudah menyelesaikan sebuah karya yang bagus, saya akan tersenyum tanpa sadar dan mulai mengagumi itu. Perasaan yang saya rasakan ketika melihat hasil akhirnya tidak dapat dibandingkan dengan perasaan ketika saya sedang dalam proses menggambar. Perasaan ini jauh lebih luar biasa. Apalagi setelah saya memberikan gambar itu kepada orang lain dan mereka ikut tersenyum. Hati saya mungkin bisa meledak karena terlalu bahagia.

Jadi, saya tidak bisa lebih setuju lagi dari ini mengenai kalimat di atas. Kebanggaan terbesar memang saya rasakan ketika saya dapat mengubah rasa itu menjadi sebuah karya. Karya yang membuat saya dan orang-orang yang saya kasihi tersenyum. Saya bersyukur karena telah diingatkan lagi akan perasaan itu. Perasaan yang sempat saya lupakan selama hampir 2 tahun terakhir. Dan mulai saat ini, saya akan berjuang untuk bisa kembali bangkit dan menyalurkan perasaan luar biasa itu lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar